Apa Itu Backlink: Jenis, Contoh, dan Cara Mendapatkannya
Kalau kamu baru belajar SEO, pasti sering dengar istilah backlink. Tapi, apa itu backlink sebenarnya? Singkatnya, backlink adalah tautan dari situs lain yang menuju ke situsmu. Google menganggapnya sebagai tanda kepercayaan digital.
Semakin berkualitas tautan balik yang kamu miliki, semakin besar peluang websitemu muncul di halaman pertama. Yuk, kita bahas lebih dalam tentang fungsi, jenis, dan cara mendapatkan sumber link yang aman untuk SEO!
Apa Itu Backlink dalam SEO
Tautan balik atau backlink adalah link dari satu situs web ke situs web lain. Dalam strategi SEO, tautan semacam ini berperan sebagai tanda kepercayaan digital dari situs lain terhadap konten yang kamu miliki.
Dalam dunia web, tautan seperti ini dikenal juga sebagai hyperlink, elemen yang menghubungkan satu halaman ke halaman lain di internet. Nah, kalau tautan tersebut mengarah dari situs lain ke situsmu, itulah yang disebut sebagai backlink.
Google menganggap setiap tautan menuju halamanmu sebagai bentuk rekomendasi. Semakin banyak situs terpercaya yang menaut ke halaman tersebut, semakin tinggi pula peluangnya tampil di hasil pencarian.
Singkatnya, tautan balik bukan cuma sekadar link, tapi bentuk pengakuan atas kualitas kontenmu di dunia online. Semakin banyak yang merekomendasikan, semakin kuat pula reputasimu di mata mesin pencari.
Fungsi Tautan Balik bagi SEO dan Website Kamu
Tautan dari situs lain punya peran besar dalam membangun reputasi sebuah website. Bukan hanya membantu mesin pencari memahami seberapa relevan kontenmu, tapi juga memberi sinyal bahwa situsmu layak dipercaya.
Berikut beberapa fungsi pentingnya:
1. Meningkatkan Kredibilitas Situs
Ketika situs lain menaut ke halamanmu, itu artinya mereka menilai kontenmu bermanfaat. Semakin banyak tautan dari sumber yang terpercaya, makin kuat pula citra profesional dan kepercayaan terhadap situsmu, baik di mata pengunjung maupun mesin pencari.
2. Membantu Naik di Hasil Pencarian
Mesin pencari seperti Google menjadikan tautan balik sebagai salah satu faktor penting dalam menentukan peringkat.
Semakin berkualitas situs yang memberikan tautan, semakin besar pula peluang halamanmu naik ke posisi atas hasil pencarian.
3. Menambah Lalu Lintas Pengunjung
Selain berpengaruh pada ranking, tautan dari situs lain juga bisa menjadi sumber traffic langsung.
Misalnya, ketika artikelmu disertakan dalam tulisan di blog besar atau portal berita, pembaca dari sana bisa langsung mengunjungi situsmu.
4. Membantu Google Memahami Hubungan Antar Situs
Tautan juga membantu Google mengenali konteks dan keterkaitan antar halaman di dunia web.
Dengan memahami arah tautan, mesin pencari bisa mengetahui topik utama situsmu dan menilai seberapa relevan kontenmu dengan situs lain di niche yang sama.
5. Memperkuat Otoritas Secara Alami
Otoritas situs tidak dibangun dalam semalam, tapi dari seberapa sering kontenmu dirujuk oleh sumber tepercaya.
Tautan berkualitas tinggi akan memperkuat fondasi ini, sehingga performa SEO-mu bisa tumbuh stabil tanpa harus bergantung pada trik cepat.
Jenis-Jenis Backlink
Nggak semua tautan memiliki kekuatan yang sama di mata Google.
Beberapa bisa bantu mendongkrak peringkat situsmu, sementara yang lain hanya berfungsi menambah variasi profil tautan agar terlihat alami.
Nah, berikut penjelasan tiap jenisnya supaya kamu bisa membangun strategi yang lebih cerdas:
Tautan Dofollow
Ini jenis tautan yang paling banyak dicari oleh para praktisi SEO.
Tautan dofollow memberi rekomendasi penuh ke halaman yang dituju.
Artinya, ketika sebuah situs menautkan kontenmu dengan jenis tautan ini, sebagian dari otoritas situs tersebut ikut mengalir ke situsmu sering disebut link juice.
Namun, penting untuk tetap bijak.
Kalau kamu mendapatkan terlalu banyak tautan dofollow dari sumber yang tidak relevan atau mencurigakan, Google bisa menganggapnya tidak alami.
Jadi, fokuslah membangun tautan yang relevan, kontekstual, dan benar-benar memberi nilai bagi pembaca.
Contoh:
- Tautan dari artikel editorial di situs berita seperti Kompas.com atau Niagahoster Blog.
- Link dari kolaborasi konten atau review produk yang relevan dengan niche situsmu.
Tautan Nofollow
Berbeda dari dofollow, tautan jenis ini tidak meneruskan otoritas langsung ke halaman yang dituju.
Biasanya digunakan untuk menjaga agar tautan tersebut tidak memengaruhi peringkat SEO secara langsung.
Meskipun begitu, bukan berarti tautan nofollow nggak berguna.
Tautan jenis ini tetap bisa mengirim traffic ke situsmu, memperluas jangkauan audiens, dan membuat profil tautanmu terlihat lebih alami di mata Google.
Contoh:
- Link dari kolom komentar blog, forum, atau profil media sosial.
- Tautan pada platform besar seperti YouTube, Wikipedia, atau Quora.
Insight penting: Campuran antara tautan dofollow dan nofollow adalah tanda profil tautan yang sehat.
Tautan Internal dan Eksternal
Tautan internal adalah link yang menghubungkan antar halaman di dalam situsmu sendiri.
Fungsinya untuk membantu pengunjung menavigasi konten lain yang relevan dan mempermudah Google memahami struktur websitemu.
Sedangkan tautan eksternal merujuk pada link yang membawa pengguna ke website lain di luar domain kamu.
Ini bisa menambah kredibilitas kontenmu, terutama kalau kamu menaut ke sumber tepercaya yang relevan dengan topik yang dibahas.
Contoh:
- Internal: Artikel tentang “Riset Keyword” menaut ke artikel “Optimasi On-Page”.
- Eksternal: Artikelmu tentang “SEO Dasar” menaut ke panduan resmi Google Search Central.
Editorial, Profil, dan Guest Post Link
Beberapa jenis tautan terbentuk secara alami, tapi ada juga yang muncul dari aktivitas kolaboratif.
Tiga di antaranya cukup populer dan efektif untuk meningkatkan reputasi situs.
- Tautan Editorial: Didapat ketika situs lain secara sukarela menaut ke kontenmu karena mereka menilai konten tersebut bermanfaat. Ini adalah bentuk tautan paling alami dan bernilai tinggi.
- Tautan Profil: Biasanya berasal dari halaman profil bisnis, forum profesional, atau direktori online.
- Guest Post Link: Terjadi ketika kamu menulis artikel di situs lain dan menautkan ke kontenmu sendiri sebagai referensi.
Contoh:
Kontribusi artikel di platform seperti Medium, Kompasiana, atau LinkedIn Article yang menyertakan link menuju situsmu.
Tautan Berkualitas vs Tautan Spam
Tidak semua tautan itu membawa efek positif. Ada tautan yang justru bisa merugikan karena dianggap spam atau manipulatif oleh Google.
Ciri tautan berkualitas:
- Berasal dari situs yang relevan dengan niche kamu.
- Ditempatkan secara alami di dalam konten.
- Memberi nilai tambah untuk pembaca.
Ciri tautan spam:
- Dari situs acak yang tidak relevan.
- Menggunakan anchor text berulang.
- Dibuat massal lewat tools otomatis.
Untuk menjaga reputasi situs, sebaiknya pantau tautanmu secara rutin menggunakan alat seperti Google Search Console atau Ahrefs.
Hapus atau tolak (disavow) tautan berbahaya agar performa SEO tetap aman.
Contoh Backlink yang Efektif dan Aman
Bicara soal tautan dari situs lain, tidak semua memberi efek positif untuk peringkatmu di Google. Ada yang justru membantu reputasi website, tapi ada juga yang bisa bikin performa anjlok kalau asal-asalan.
Nah, berikut beberapa contoh tautan yang dianggap efektif dan aman oleh mesin pencari:
1. Tautan dari Situs Kredibel: Contohnya, jika artikelmu dikutip oleh media besar seperti Kompas.com atau Detik.com, Google akan menilai situsmu memiliki otoritas tinggi.
Semakin kredibel sumber yang menaut, semakin besar pula dampak positifnya terhadap peringkat pencarian.
2. Tautan dari Website Relevan: Misalnya, kamu punya blog tentang digital marketing, lalu mendapatkan rujukan dari situs yang membahas SEO, konten, atau teknologi ini contoh tautan relevan dan bernilai tinggi.
Google menyukai koneksi yang punya konteks kuat, bukan sekadar asal taut.
3. Tautan dari Guest Post: Menulis artikel di website lain dengan mencantumkan link menuju halamanmu adalah strategi aman selama kontennya informatif dan tidak bersifat promosi berlebihan.
Kuncinya, fokus pada nilai informasi, bukan sekadar nge-link balik.
4. Tautan dari Forum atau Komunitas: Misalnya kamu aktif di forum seperti Kaskus, Reddit, atau grup Facebook yang membahas topik sesuai niche-mu.
Saat membagikan tautan, pastikan itu relevan dengan diskusi dan benar-benar memberi manfaat bagi anggota forum.
5. Tautan dari Sumber Edukatif: Tautan dari situs kampus, lembaga pelatihan, atau media edukasi (seperti edu atau org) juga sangat dihargai Google.
Biasanya, jenis ini dianggap sebagai bukti bahwa kontenmu punya kualitas akademis atau informatif yang baik.
Cara Mendapatkan Backlink Berkualitas (Tanpa Spam)
Mendapatkan tautan dari situs lain memang penting, tapi caranya harus elegan bukan dengan spam komentar atau beli link sembarangan. Google sudah cukup pintar membedakan mana tautan alami dan mana yang manipulatif.
Berikut beberapa cara aman dan terbukti efektif untuk membangun tautan berkualitas:
1. Buat Konten Bernilai dan Layak Dirujuk
Ini cara paling alami. Ketika kontenmu informatif, orisinal, dan menjawab kebutuhan pembaca, orang lain akan dengan sukarela menaut ke halamanmu.
Contohnya, artikel panduan lengkap, riset data, atau studi kasus yang belum banyak dibahas di situs lain.
2. Guest Post di Situs Relevan
Kamu bisa menulis artikel di situs lain yang masih berhubungan dengan topikmu. Misalnya, jika kamu menulis tentang SEO, cobalah berkontribusi di blog marketing, teknologi, atau bisnis digital.
Selain memperluas audiens, ini juga membuka peluang mendapatkan tautan yang kuat dan kontekstual.
3. Bangun Relasi dengan Pemilik Website Lain
Dalam dunia SEO, jaringan itu penting. Rajin berinteraksi lewat media sosial, forum, atau kolaborasi konten bisa membuka jalan untuk saling mereferensikan artikel satu sama lain secara alami, tanpa paksaan.
4. Manfaatkan Broken Link Building
Teknik ini simpel: cari tautan rusak di situs lain, lalu tawarkan kontenmu sebagai penggantinya.
Kamu membantu pemilik situs memperbaiki tautannya, sekaligus mendapatkan kesempatan untuk disematkan di sana. Win-win!
5. Jadi Narasumber atau Kolaborator
Kamu bisa muncul di podcast, webinar, atau artikel wawancara yang relevan dengan niche-mu. Biasanya, penyelenggara akan mencantumkan link ke situs atau profilmu sebagai bentuk apresiasi.
6. Hindari Praktik Spammy
Jangan tergoda membeli tautan murah atau menaruh link secara acak di kolom komentar. Cara ini mungkin cepat, tapi efeknya bisa fatal.
Untuk hasil yang lebih optimal, kombinasikan upaya membangun tautan ini dengan strategi SEO off-page agar performa situsmu meningkat secara menyeluruh.
Google bisa menilai situsmu manipulatif dan menurunkan peringkatnya di hasil pencarian.
Kesalahan Umum Saat Membangun Backlink
Banyak pemula yang tergesa-gesa ingin punya banyak tautan masuk tanpa memperhatikan kualitasnya.
Padahal, kalau salah strategi, bukan naik peringkat, justru bisa kena semprit Google. Berikut kesalahan-kesalahan umum yang perlu dihindari:
1. Terlalu Fokus pada Jumlah: Masih banyak yang berpikir makin banyak tautan, makin bagus. Padahal, kualitas jauh lebih penting.
Satu tautan dari situs terpercaya bisa jauh lebih kuat dibanding puluhan tautan dari blog asal-asalan.
2. Membeli Tautan Secara Massal: Banyak jasa jual link murah yang menjanjikan hasil instan.
Sayangnya, algoritma Google seperti Penguin sudah bisa mendeteksi pola tautan yang tidak alami.
Jika ketahuan, situsmu bisa kehilangan posisi di hasil pencarian bahkan terkena penalti.
3. Menanam Link di Komentar atau Forum Tanpa Konteks: Menaruh link di kolom komentar blog orang lain hanya untuk mengejar tautan balik termasuk tindakan spam.
Selain tidak efektif, hal ini juga bisa menurunkan reputasi websitemu di mata mesin pencari.
4. Mengabaikan Relevansi: Banyak yang asal menaruh tautan di situs mana pun tanpa memikirkan kesesuaian topik.
Misalnya, blog tentang kuliner menaut ke situs tentang teknologi itu nggak nyambung sama sekali.
Google lebih menghargai tautan dari situs yang memiliki konteks dan niche serupa.
5. Tidak Memantau Profil Tautan: Kadang tautan dari luar bisa datang tanpa sepengetahuanmu, termasuk yang bersifat buruk (toxic links).
Kalau dibiarkan, reputasi situsmu bisa ikut turun.
Gunakan alat seperti Google Search Console atau Ahrefs untuk rutin memantau dan menolak tautan mencurigakan.
6. Menggunakan Anchor Text Berlebihan: Anchor text adalah kata yang digunakan untuk menaut. Jika semua tautanmu memakai kata yang sama persis, itu tampak tidak alami.
Gunakan variasi alami seperti “baca panduan lengkap di sini”, “pelajari strategi SEO ini”, atau frasa kontekstual lain.
Kesimpulan
Dari semua pembahasan tadi, satu hal penting yang perlu kamu ingat: tautan dari situs lain bukan sekadar angka, tapi bentuk kepercayaan digital.
Kalau kamu bisa membangun reputasi yang baik lewat konten berkualitas, maka tautan yang datang pun akan mengikuti dengan sendirinya.
Hindari cara instan seperti beli link atau spam komentar.
Sebaliknya, fokuslah pada strategi jangka panjang — buat konten yang layak dibagikan, bangun relasi dengan pemilik situs lain, dan selalu jaga relevansi topik.
Di dunia SEO yang terus berubah, tautan yang alami dan kontekstual akan selalu punya nilai tinggi di mata Google.
Jadi, jangan kejar kuantitas, tapi rawat kualitas. Karena dari situlah reputasi dan peringkat websitemu tumbuh dengan stabil.





Posting Komentar