Apa Itu Hyperlink: Pengertian, Fungsi, dan Jenis Lengkapnya
Pernah nggak kamu klik tulisan berwarna biru atau yang lainnya di internet, lalu langsung pindah ke halaman lain? Nah, itulah yang disebut hyperlink. Fitur kecil ini mungkin terlihat sepele, tapi tanpa hyperlink, internet nggak akan terasa terhubung.
Lewat artikel ini, kamu bakal paham apa itu hyperlink, fungsinya, dan gimana cara kerjanya di website maupun dokumen digital sehari-hari.
Apa itu Hyperlink?
Secara sederhana, hyperlink adalah tautan yang menghubungkan satu halaman dengan halaman lain di dunia digital. Saat kamu mengklik sebuah teks, gambar, atau tombol yang bisa membawa ke tempat lain itulah hyperlink beraksi.
Dalam bahasa mudahnya, hyperlink bisa dianggap sebagai jembatan antarhalaman. Ia membantu pengguna berpindah dari satu informasi ke informasi lainnya hanya dengan satu klik. Tanpa hyperlink, internet akan terasa seperti pulau-pulau informasi yang terpisah tanpa jalan penghubung.
Fitur ini pertama kali dikenal sejak awal kemunculan web di tahun 1990-an, dan sampai sekarang tetap menjadi elemen penting di setiap situs. Dari artikel blog, email, hingga dokumen kerja hampir semuanya menggunakan hyperlink untuk memudahkan navigasi dan memperkaya pengalaman pengguna.
Fungsi Hyperlink di Website
Hyperlink punya peran besar dalam membuat internet terasa hidup dan mudah dijelajahi. Lewat tautan inilah pengguna bisa berpindah dari satu halaman ke halaman lain dengan cepat tanpa harus mengetik alamat situs secara manual.
Dalam dunia website, hyperlink membantu pembaca menemukan informasi tambahan, produk terkait, atau sumber referensi hanya dengan satu klik. Selain itu, tautan ini juga berpengaruh besar terhadap SEO terutama saat digunakan sebagai tautan internal yang menghubungkan antarhalaman dalam satu situs. Google memanfaatkan hyperlink untuk memahami struktur situs dan menentukan seberapa penting suatu halaman.
Nggak cuma di website, hyperlink juga sering muncul di dokumen digital seperti Word, PDF, atau email. Fungsinya tetap sama: mempermudah navigasi dan membuat pembaca bisa langsung menuju informasi yang dibutuhkan tanpa repot.
Jenis-Jenis Hyperlink
Meskipun terlihat sama, sebenarnya hyperlink punya beberapa jenis dengan fungsi yang berbeda-beda. Berikut beberapa tipe tautan yang paling sering kamu temui dalam kehidupan digital sehari-hari:
1. Tautan Internal
Jenis ini menghubungkan satu halaman ke halaman lain dalam satu website yang sama. Misalnya, saat kamu membaca artikel tentang SEO lalu menemukan tautan ke artikel “apa itu backlink”, itu termasuk tautan internal.
Fungsinya penting banget buat SEO karena membantu mesin pencari memahami struktur situs dan mempermudah pengunjung menjelajahi konten lain tanpa keluar dari situsmu.
2. Tautan Eksternal
Kalau tautan internal masih di dalam situs yang sama, tautan eksternal justru mengarah ke situs lain. Biasanya dipakai untuk menambahkan sumber referensi, kutipan, atau rujukan yang relevan.
Jenis ini bisa meningkatkan kredibilitas kontenmu selama situs yang kamu tautkan juga punya reputasi baik.
3. Tautan Anchor (Dalam Halaman)
Tautan anchor digunakan untuk meloncat ke bagian tertentu di halaman yang sama. Biasanya kamu bisa menemukannya di daftar isi artikel panjang. Saat diklik, halaman akan otomatis bergulir ke bagian yang dituju tanpa memuat ulang laman.
4. Tautan Gambar
Nggak cuma teks yang bisa dijadikan tautan. Gambar pun bisa berfungsi sebagai hyperlink. Biasanya digunakan di banner, logo, atau tombol visual yang jika diklik akan mengarahkan ke halaman tertentu.
5. Absolute Address
Tautan ini menggunakan alamat lengkap sebuah halaman web, termasuk protokolnya (misalnya https://www.seoidn.com/2025/10/apa-itu-hyperlink.html).
Jenis ini biasanya dipakai saat kamu ingin memastikan tautan tetap berfungsi meskipun halaman dipindahkan ke server lain. Absolute address cocok untuk tautan eksternal karena bersifat pasti dan tidak berubah.
6. Relative Address
Berbeda dari absolute, relative address tidak menuliskan alamat lengkap situs. Contohnya hanya /artikel/apa-itu-hyperlink.
Jenis ini sering dipakai di dalam satu domain karena lebih praktis dan mudah dikelola. Kalau kamu memindahkan situs ke domain lain, tautan ini tetap berfungsi tanpa perlu mengganti semua URL.
Contoh Penggunaan Hyperlink
Kamu mungkin nggak sadar kalau hampir setiap hari sebenarnya sudah memakai hyperlink. Mulai dari membaca berita, membuka email, sampai belanja online semuanya bergantung pada tautan ini.
Contohnya, saat kamu membaca artikel di blog lalu melihat teks “baca juga: panduan SEO untuk pemula” dan mengkliknya, itu adalah hyperlink.
Di situs e-commerce, tombol “lihat produk serupa” juga termasuk hyperlink yang mengarahkanmu ke halaman lain.
![]() |
| Source: https://id.wikipedia.org/ |
Bahkan di Wikipedia, setiap kata berwarna biru yang bisa diklik adalah contoh paling populer dari penggunaan hyperlink yang rapi dan bermanfaat.
Selain di website, hyperlink juga sering dipakai di dokumen digital seperti Word atau PDF. Biasanya digunakan untuk menghubungkan daftar isi ke bagian tertentu, sehingga pembaca bisa langsung loncat ke topik yang diinginkan tanpa harus menggulir halaman panjang-panjang.
Cara Membuat Hyperlink
Membuat hyperlink sebenarnya gampang banget. Kamu nggak perlu jadi programmer untuk bisa melakukannya. Cukup tahu langkah dasarnya, kamu sudah bisa menambahkan tautan di mana saja baik di website, blog, maupun dokumen kerja.
1. Di Word atau Google Docs
Blok teks yang ingin kamu jadikan tautan, lalu tekan Ctrl + K (atau Command + K di Mac). Masukkan alamat halaman yang dituju, lalu klik Apply. Selesai! Sekarang teks tersebut bisa diklik dan akan langsung mengarah ke alamat yang kamu masukkan.
2. Di Website atau WordPress
Saat menulis artikel di WordPress, cukup sorot teks, klik ikon rantai/link, lalu tempelkan URL yang kamu mau. Kalau kamu ingin link tersebut terbuka di tab baru, centang opsi Open link in a new tab.
3. Tips Penting untuk SEO
Gunakan anchor text yang relevan dengan isi halaman yang dituju. Hindari kata generik seperti klik di sini tanpa konteks. Selain itu, pastikan kamu selalu memakai tautan aman dengan protokol HTTPS agar situs terlihat lebih kredibel di mata pengguna dan mesin pencari.
Hyperlink bukan sekadar teks berwarna biru yang bisa diklik. Ia adalah jantung dari pengalaman berselancar di internet menghubungkan informasi, mempermudah navigasi, dan membantu mesin pencari memahami struktur sebuah situs.
Dengan memahami cara kerja dan jenis-jenisnya, kamu bisa memanfaatkan hyperlink bukan hanya untuk mempercantik tampilan konten, tapi juga untuk meningkatkan pengalaman pembaca dan performa SEO.
Jadi mulai sekarang, pastikan setiap tautan di kontenmu punya tujuan yang jelas dan relevan, ya.









Posting Komentar